THE WEDDING OF

Yahya & Filla

Yahya & Filla

Yahya & Filla
Senin, 16 November 2026
Tanpa mengurangi rasa hormat, kami bermaksud mengundang bapak / ibu / saudara/i untuk berhadir pada acara kami.
Senin, 16 November 2026
08.00 WIB
Tempat
KEDIAMAN MEMPELAI WANITA
Dsn.Ngasinan, Ds.Karangmalang, Kec. Kasreman, Kab.Ngawi
Senin, 16 November 2026
10.00 WIB s/d selesai
Tempat
KEDIAMAN MEMPELAI WANITA
Dsn.Ngasinan, Ds.Karangmalang, Kec. Kasreman, Kab.Ngawi
A happy marriage is a long conversation
which always seems too short
Tak pernah terbayangkan, sebuah pertemuan sederhana di salah satu pondok pesantren di Ngawi. Tanpa kita sadari takdir mempertemukan dua insan dalam satu ruang kelas. Entah sejak kapan rasa itu tumbuh. Tak ada perkenalan istimewa, tak ada kata-kata yang mengungkapkan perasaan, bahkan tak ada keberanian untuk sekedar menyapa. Kita hanya dua insan yang diam" menyimpan rasa, mencintai dalam sunyi, dan memilih untuk memendamnya sendiri.
Kita berada di tempat yang sama, tetapi seolah tak memiliki ruang dan waktu untuk bertemu, tak ada kesempatan untung berbincang. Namun, diantara hari-hari yang berjalan biasa saja, ternyata ada hati yang diam" menyimpan nama yang sama. Siapa sangka, pertemuan sederhana itu menjadi awal dari kisah panjang kita.
Setahun berlalu kita mulai memberanikan diri untuk berkabar, melalui seorang teman, meski hanya beberapa kali dalam setahun. Waktu, keadaan dan ketidakpastian pun turut menjadi bagian dari cerita kita.
Kita pernah berhenti, memilih diam, dan menjalani hidup masing-masing. Hingga pada akhir tahun 2019, saat aku hendak melanjutkan studi, kita kembali menemukan jalan untuk saling berkabar. Mungkin saat itu kita belum memahami ke mana arah cerita ini akan bermuara, Namun, ternyata ada rasa yang belum benar-benar selesai.
Waktu membawa kita pada jalan yang berbeda. Aku melanjutkan perjalanan studi di Ponorogo , sementara kamu tetap melanjutkan perjalanan mu ditempat sebelumnya . Kita menjalani hubungan yang tak selalu mudah dijelaskan. Tak banyak percakapan, tak banyak pertemuan. Jarak, waktu, dan ketidakpastian berkali-kali menguji cerita kita. Ada jeda, ada diam, bahkan ada masa ketika kita seolah kehilangan arah. Namun, dibalik ketidakpastian itu, kisah kita tetap berjalan. Perlahan, dengan cara yang mungkin tak dipahami banyak orang. Entah bagaimana, kisah ini selalu menemukan jalan untuk kembali.
Setelah melewati banyak hal yang tak mudah dijelaskan, kita memilih untuk saling menjaga. Bukan tentang seberapa sering kita bertemu, melainkan tentang kesungguhan menjaga hati meski berjauhan. Kita belajar bahwa cinta tak selalu membutuhkan banyak kata. Kita juga tidak tahu berapa lama lagi harus menunggu, kita hanya berusaha menjalani apa yang ada, sembari menitipkan harapan dalam setiap doa.
Januari dan April menjadi waktu bagi kita untuk berpamitan dari tempat kita belajar. Sebuah perjalanan panjang dalam menuntut ilmu akhirnya sampai pada penghujungnya.
Bulan April keluarga kita dipertemukan dalam sebuah lamaran sederhana. Tak perlu kemewahan untuk membuatnya istimewa. Kehadiran keluarga, doa-doa yang mengiringi, dan niat baik untuk melangkah ke jenjang yang lebih serius sudah cukup menjadikan hari itu berarti.
Setelah sekian lama terpisah jarak, ternyata masih ada perpisahan lagi . Kamu kembali ke Lampung . Jarak kembali memisahkan kita, tetapi kali ini rasanya berbeda.
Kita kembali menunggu, Namun, kali ini penantian itu memiliki arah, memiliki tujuan dan insyaallah memiliki akhir yang indah.
November menjadi waktu bagi kita untuk kembali bertemu, bukan lagi sebagai dua insan yang diam-diam menyimpan rasa, melainkan sebagai dua hati yang siap mengikat janji suci.
Pada akhirnya, kita mengerti...
Bahwa tidak semua cinta harus dimulai dengan kata-kata, dan tidak semua perjalanan harus berjalan dengan mudah. Ada cinta yang tumbuh dalam diam, diuji oleh jarak, dikuatkan oleh doa, dan dipertemukan kembali pada waktu terbaik menurut-Nya.
Dahulu, kita dipertemukan sebagai dua orang yang saling menyimpan rasa. Kini, insyaallah, kita dipersatukan sebagai dua insan yang siap menua bersama dalam Ridho-Nya.
Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya diciptakan-Nya untukmu pasangan hidup dari jenismu sendiri supaya kamu dapat ketenangan hati dan dijadikannya kasih sayang di antara kamu. Sesungguhnya yang demikian menjadi tanda-tanda kebesaran-Nya bagi orang-orang yang berpikir.
(QS. Ar-Rum:21)

Yahya & Filla